Selasa, 30 Maret 2010

masih rindu


ternyata masih ada rindu
yang mengisi relung kalbu
ketika adamu adalah impian semusim yang lalu

ternyata masih ada rindu
saat hati terasa kelu
menyadari tak mungkin lagi menyatu

ketika semua menjadi samar
seperti sore yang kehilangan sang mentari
aku titip pesan rindu kepada burung camar
ada aku di sini menanti di pantai cinta sejati

walau sampai selamanya....

Jumat, 08 Januari 2010

akhir bersama mu

masih teringang di dalam telingaku
keluhmu...

"mengapa kita bertemu disaat sudah tiada mungkin bersatu"
"untuk apa kita dipertemukan"
"apakah hanya untuk menorehkan luka perih selamanya"


masing terasa hangatmu
melenguh dalam rasa menyatu
mencecapi kenikmatan yang mengaliri rasa
sampai ke ujung-ujung terjauhnya...
dan berakhir dengan senyuman
dalam pekat peluh mu...

masih terasa dinginnya air mata di pipimu...
saat tinggal sedetik perjumpaan kita
terasa sesak di dada
dinginnya menembus relung hati
dan semoga tiada menghapus hangatnya cinta asmara
yang masih tersisa di sana....

.... ada yang berbeda


ada yang berbeda ketika aku kembali mendaki....
rupanya ini bukit yang berbeda... aku baru menyadarinya ketika tiada kutemukan lagi pohon tua yang biasanya berdiri angkuh disana. Aku memejamkan mata. Merasai suasana .... hmmmm apa yang sebenarnya berbeda... memang ada yang hilang namun hanya dengan memejamkan mata semua menjadi tiada berbeda... bayangan mu masih kutemui di sana... dalam pejamku yang tanpa cahaya..... namun semua itu hanya bayangan tanpa nyata... tak terasa dan tak teraba.....

aku membuka mata.... menatap realitas. Awan yang putih berarak ke utara... di bawa angin musim ini yang masih saja kering walau sudah mengikuti bumi yang menggelincir ke lintang utara...

aku sengaja berdiam di sini..... dan ada gumam dalam hati....

"kakak... dia tiada lagi di sini.... namun masih bisa terbayang dalam pekat pejamku hari ini..."

Sabtu, 03 Oktober 2009

berhenti... tak lagi mendaki


bukit ini kembali sunyi...
dan begitu sunyi kurasa... angin pun tiada berhembus... semua diam, ilalang, bunga - bunga yang berserak... bahkan pohon yang tinggi ini pun diam....
aku menekuri diri,.... menatap hamparan padang ilalang yang sunyi... aku mencari-cari biasanya ada sekelompok burung yang berkejaran namun hanya sunyi... kemana kah mereka?

aku tak menduga semua seakan pergi meninggalkan aku..
aku memang harus pergi dari nya... itu keputusan yang dengan sadar aku ambil. Kebersamaan itu hanya akan membawa kepada hal yang tidak baik, bahkan mengancam. Memang meninggalkan seseorang, terlebih seseorang yang kita tahu pasti masih mencintai kita adalah hal yang tersulit, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Untuk apa terus bersama ketika kebersamaan itu justru membawa celaka?

Beribu alasan yang rasional bisa aku ungkapkan untuk menjelaskan mengapa aku harus pergi juga; dan keberanian dan tekadku ini terasa ringan dan melegakan ketika mengingat bahwa aku telah menyingkirkan bahaya itu... namun di sisi lain harus ku akui kehilangan ini begitu menyakitkan.

aku akhirnya harus berunding dengan sang waktu, untuk bersedia membantuku melewati masa ini dengan baik, dan aku juga harus berunding dengan hatiku sendiri untuk menerima bahwa semua ini harus terjadi, aku justru akan sangat jahat jika terus mengikat nya.

Dan aku harus mengakhiri kompensasi ini...
aku tak akan lagi mendaki ke atas bukit ini lagi. Mendaki ke atas bukit ini hanya lah kompensasi, dan itu artinya aku tidak mau benar-benar melepaskan, dan aku tidak mau benar-benar menerima keadaan bahwa aku telah kehilangan dirinya
aku harus berhenti. Tak lagi pergi ke puncak bukit ini.... dan meninggalkan semua nya di atas sini. Biarlah waktu melaksanakan tugasnya.... biarlah bunga-bunga yang mengering tiada lagi menjadi punya arti... biarlah hanya waktu yang menyaksikan bunga layu dan mengering... dan pohon ini meranggas di musim ini.... dan aku ingin lahir kembali....

Senin, 28 September 2009

yang hilang



harus kuakui ada yang hilang
walau ku berusaha menerima kehilangan ini
memang rasanya sungguh menyakitkan

hanya kesadaran bahwa kisah ini harus berakhir
yang membuatku tetap waras
hanya kesadaran bahwa jika terus menggenggam
justru akan semakin menyakitkan dan membahayakan
yang membuatku menjadi iklas....

ada sebersit bahagia
bahwa akhirnya aku melepaskannya dari potensi bahaya
ada sebersit asa
bahwa selepas ini dia bisa menumpahkan cinta nya pada yang seharusnya

waktu akan membantu
menyembuhkan pedih yang membuat merintih
waktu akan membantu
mengisi hati yang terasa sepi dan sedih

dan harus kuakui... rasa kehilangan ini
dan tiada akan ada lagi
kisah seperti ini....
dan di setiap senja yang sunyi
akan kudaraskan doa
untuk bahagianya hari demi hari...

Rabu, 09 September 2009

.... ... ...


akhirnya
aku harus terus memendam rasa
dan selalu berharap
dia akan selalu menumbuhkan rindu dendam

akhirnya
aku harus terus menerbangkan rasa
dan selalu berhadap
dia akan melambungkan rindu ku padanya

entah kemana aku harus membawanya
selama ini rasa ini ku bawa
dan tak sedetikpun ku lena

kadang semua terasa sia-sia
karena kau seakan sudah tak lagi mau terima

semoga tiada yang tersebunyi di dalam sikap diam mu
dan kalau memang adanya begitu
aku pantas dan selayaknya diberitahu
aku tak akan meminta lebih
yang aku rasakan sudah berlebih
walau selalu saja mendatangkan pedih

kisah ini tak akan berakhir
walau mungkin kau ingin
kisah ini terlalu panjang dan masih akan terus memanjang
sepanjang hidup mu dan hidup ku
dan kita harus terima
tapi aku takkan memaksa
kalau memang engkau ingin meletakkannya
dan meninggalkan aku sendirian menunggui nya



Kamis, 03 September 2009

just wanna say ... I love u ....


just wanna say.... I love u.......

dulu kau selalu bilang, I love u mas...
dan katamu engkau tak bosan mengatakan itu
"aku mencintai mu selamanya.... kamu harus percaya itu"
"dan kamu aku takkan bosan untuk terus berkata: aku cinta padamu"
selamanya.....

kau juga berkata padaku:

"Kamu harus percaya cintaku akan tetep seperti adanya, dan akan selalu berada di tempatnya. Aku hanya berusaha untuk bersikap bijaksana agar tidak melukai siapapun". "Sampai bertemu di waktu yang akan datang pada kita. Hari itu akan tiba".

ya hari itu akan tiba
semoga masih ada getar di nadiku saat hari itu tiba
semoga masih ada sinar di mataku saat hari itu tiba
semoga masih ada daya untuk memelukmu saat hari itu tiba