ternyata masih ada rindu yang mengisi relung kalbu ketika adamu adalah impian semusim yang lalu
ternyata masih ada rindu saat hati terasa kelu menyadari tak mungkin lagi menyatu
ketika semua menjadi samar seperti sore yang kehilangan sang mentari aku titip pesan rindu kepada burung camar ada aku di sini menanti di pantai cinta sejati
"mengapa kita bertemu disaat sudah tiada mungkin bersatu" "untuk apa kita dipertemukan" "apakah hanya untuk menorehkan luka perih selamanya"
masing terasa hangatmu melenguh dalam rasa menyatu mencecapi kenikmatan yang mengaliri rasa sampai ke ujung-ujung terjauhnya... dan berakhir dengan senyuman dalam pekat peluh mu...
masih terasa dinginnya air mata di pipimu... saat tinggal sedetik perjumpaan kita terasa sesak di dada dinginnya menembus relung hati dan semoga tiada menghapus hangatnya cinta asmara yang masih tersisa di sana....
ada yang berbeda ketika aku kembali mendaki.... rupanya ini bukit yang berbeda... aku baru menyadarinya ketika tiada kutemukan lagi pohon tua yang biasanya berdiri angkuh disana. Aku memejamkan mata. Merasai suasana .... hmmmm apa yang sebenarnya berbeda... memang ada yang hilang namun hanya dengan memejamkan mata semua menjadi tiada berbeda... bayangan mu masih kutemui di sana... dalam pejamku yang tanpa cahaya..... namun semua itu hanya bayangan tanpa nyata... tak terasa dan tak teraba.....
aku membuka mata.... menatap realitas. Awan yang putih berarak ke utara... di bawa angin musim ini yang masih saja kering walau sudah mengikuti bumi yang menggelincir ke lintang utara...
aku sengaja berdiam di sini..... dan ada gumam dalam hati....
"kakak... dia tiada lagi di sini.... namun masih bisa terbayang dalam pekat pejamku hari ini..."
bukit ini kembali sunyi... dan begitu sunyi kurasa... angin pun tiada berhembus... semua diam, ilalang, bunga - bunga yang berserak... bahkan pohon yang tinggi ini pun diam.... aku menekuri diri,.... menatap hamparan padang ilalang yang sunyi... aku mencari-cari biasanya ada sekelompok burung yang berkejaran namun hanya sunyi... kemana kah mereka?
aku tak menduga semua seakan pergi meninggalkan aku.. aku memang harus pergi dari nya... itu keputusan yang dengan sadar aku ambil. Kebersamaan itu hanya akan membawa kepada hal yang tidak baik, bahkan mengancam. Memang meninggalkan seseorang, terlebih seseorang yang kita tahu pasti masih mencintai kita adalah hal yang tersulit, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Untuk apa terus bersama ketika kebersamaan itu justru membawa celaka?
Beribu alasan yang rasional bisa aku ungkapkan untuk menjelaskan mengapa aku harus pergi juga; dan keberanian dan tekadku ini terasa ringan dan melegakan ketika mengingat bahwa aku telah menyingkirkan bahaya itu... namun di sisi lain harus ku akui kehilangan ini begitu menyakitkan.
aku akhirnya harus berunding dengan sang waktu, untuk bersedia membantuku melewati masa ini dengan baik, dan aku juga harus berunding dengan hatiku sendiri untuk menerima bahwa semua ini harus terjadi, aku justru akan sangat jahat jika terus mengikat nya.
Dan aku harus mengakhiri kompensasi ini... aku tak akan lagi mendaki ke atas bukit ini lagi. Mendaki ke atas bukit ini hanya lah kompensasi, dan itu artinya aku tidak mau benar-benar melepaskan, dan aku tidak mau benar-benar menerima keadaan bahwa aku telah kehilangan dirinya aku harus berhenti. Tak lagi pergi ke puncak bukit ini.... dan meninggalkan semua nya di atas sini. Biarlah waktu melaksanakan tugasnya.... biarlah bunga-bunga yang mengering tiada lagi menjadi punya arti... biarlah hanya waktu yang menyaksikan bunga layu dan mengering... dan pohon ini meranggas di musim ini.... dan aku ingin lahir kembali....
harus kuakui ada yang hilang walau ku berusaha menerima kehilangan ini memang rasanya sungguh menyakitkan
hanya kesadaran bahwa kisah ini harus berakhir yang membuatku tetap waras hanya kesadaran bahwa jika terus menggenggam justru akan semakin menyakitkan dan membahayakan yang membuatku menjadi iklas....
ada sebersit bahagia bahwa akhirnya aku melepaskannya dari potensi bahaya ada sebersit asa bahwa selepas ini dia bisa menumpahkan cinta nya pada yang seharusnya
waktu akan membantu menyembuhkan pedih yang membuat merintih waktu akan membantu mengisi hati yang terasa sepi dan sedih
dan harus kuakui... rasa kehilangan ini dan tiada akan ada lagi kisah seperti ini.... dan di setiap senja yang sunyi akan kudaraskan doa untuk bahagianya hari demi hari...
akhirnya aku harus terus memendam rasa dan selalu berharap dia akan selalu menumbuhkan rindu dendam
akhirnya aku harus terus menerbangkan rasa dan selalu berhadap dia akan melambungkan rindu ku padanya
entah kemana aku harus membawanya selama ini rasa ini ku bawa dan tak sedetikpun ku lena
kadang semua terasa sia-sia karena kau seakan sudah tak lagi mau terima
semoga tiada yang tersebunyi di dalam sikap diam mu dan kalau memang adanya begitu aku pantas dan selayaknya diberitahu aku tak akan meminta lebih yang aku rasakan sudah berlebih walau selalu saja mendatangkan pedih
kisah ini tak akan berakhir walau mungkin kau ingin kisah ini terlalu panjang dan masih akan terus memanjang sepanjang hidup mu dan hidup ku dan kita harus terima tapi aku takkan memaksa kalau memang engkau ingin meletakkannya dan meninggalkan aku sendirian menunggui nya
dulu kau selalu bilang, I love u mas... dan katamu engkau tak bosan mengatakan itu "aku mencintai mu selamanya.... kamu harus percaya itu" "dan kamu aku takkan bosan untuk terus berkata: aku cinta padamu" selamanya.....
kau juga berkata padaku:
"Kamu harus percaya cintaku akan tetep seperti adanya, dan akan selalu berada di tempatnya. Aku hanya berusaha untuk bersikap bijaksana agar tidak melukai siapapun". "Sampai bertemu di waktu yang akan datang pada kita. Hari itu akan tiba".
ya hari itu akan tiba semoga masih ada getar di nadiku saat hari itu tiba semoga masih ada sinar di mataku saat hari itu tiba semoga masih ada daya untuk memelukmu saat hari itu tiba