Selasa, 06 April 2010

menanti dan sabar

perjalanan hidup
seperti mengejar mentari
seakan tak terkejar
namun dia juga selalu menghampiri

perjalanan hidup
kadang membawa kita
seperti prajurit jaga
yang berdiri waspada
menanti mentari memecah kegelapan dini hari....
berharap keadaan tenang
dan sunyi.. agar kelegaan segera melingkupi relung hati...
hati yang gelisah dalam sepi...

merenungkan hidup seperti perjalanan
satu giliran jaga
ketika kita seperti menjadi
seorang pribadi yang menanti...

Seseorang yang menanti
adalah orang yang sabar

kata 'sabar" berarti
kesediaan untuk tinggal di tempat dia berada
dan hidup secara penuh dalam situasi
yang sedang berlangsung
dalam kepercayaan bahwa
sesuatu yang tersembunyi akan mewujudkan dirinya sendiri

Hidup dengan sabar
berarti hidup secara aktif pada masa sekarang
dan setia menanti
karena itu, menanti bukanlah pekerjaan pasif.

Dalam menanti
kita mempengaruhi dengan memelihara waktu yang dilalui,
seperti ibu yang memelihara bayinya yang tumbuh dalam rahimnya

Senin, 05 April 2010

tersenyum aku




tersenyum aku
membayangkan dirimu
apakah cemberut dan menggerutu?
ketika si buyung
memamerkan indah bola matanya
cerah dan memancarkan sinar indah
sementara
ada janji untuk kita bertemu

tersenyum aku
membayangkan gemasnya dirimu
memandang si buyung di pangkuanmu
asyik bermain dan tertawa
sementara hatimu menahan rasa

biarlah kekasihku...
hari masih panjang
dan esok masih terbentang
waktu bagi kita
untuk membayar lunas
utang rindu yang selalu ada
dan
aku ragu
apakah akan lunas
utang rindu dalam hatiku dan hatimu...

Kamis, 01 April 2010

cerita cinta 1


bahagia katamu
ketika sebaris kata cinta
kau dengar dari diriku
kau pun membalasnya dengan suara yang syahdu

antara keluhan dan sanjungan
kau katakan kembali
betapa bibirmu tak pernah bosan mengucapkan aku cinta padamu
betapa telingamu tak pernah bosan mendengar aku cinta padamu

rasa bahagia yang mengalir
selalu tersekat oleh tanya diri
apa yang sebenarnya terjadi
mungkinkah ada cinta yang seperti ini?
atau ini hanya impian manusia bebal yang tak tahu diri?

kubertanya pada setiap rasa rindu
yang selalu menggunung di kalbu
bahkan saat seperseribu detik setelah kita bertemu?
kubertanya; darimanakah datangnya kau wahai rasa rindu?

dan sekarang kupuaskan diri
dengan memeluk
bayang-bayangmu....

Selasa, 30 Maret 2010

untuk apa sabar mu....


sabar katamu
dan masih harus bersabar
walau mungkin ada segumpal tanya
benarkah sabar itu tiada batasnya?
mengapa kau masih menanyakan keyakinanmu sendiri?
ataukah kau mulai kehilangan kepercayaan diri?

sabar katamu
masih harus bersabar
tapi apa yang sebenarnya yang dengan sabar kau nanti?
kuharap bukan kesia-siaan basi
karena kau terlalu berharga
untuk sekedar menghabiskan detik waktu
bersama hatimu yang mungkin telah terasa kelu
karena engkau terlalu indah
untuk sekedar rebah dalam pasrah
dalam pantai cinta yang seakan tak terjamah

masihkah kau nanti biduk itu?
ataukah
sebaiknya kau nanti terang hari
bersama mentari yang akan terbit esok hari
yang menerbitkan harapan
walau itu hanya sebesar embun
yang sekarang ada dan sebentar lagi akan sirna
bersama hangatnya mentari pagi

wahai kau yang bermata sayu
untuk apakah sabarmu?

wahai kau yang berhati bak malaikat
untuk apa sabar itu kau ikat
kalau hanya menyekat
cinta yang segera datang dalam sekelebat..

masih rindu


ternyata masih ada rindu
yang mengisi relung kalbu
ketika adamu adalah impian semusim yang lalu

ternyata masih ada rindu
saat hati terasa kelu
menyadari tak mungkin lagi menyatu

ketika semua menjadi samar
seperti sore yang kehilangan sang mentari
aku titip pesan rindu kepada burung camar
ada aku di sini menanti di pantai cinta sejati

walau sampai selamanya....

Jumat, 08 Januari 2010

akhir bersama mu

masih teringang di dalam telingaku
keluhmu...

"mengapa kita bertemu disaat sudah tiada mungkin bersatu"
"untuk apa kita dipertemukan"
"apakah hanya untuk menorehkan luka perih selamanya"


masing terasa hangatmu
melenguh dalam rasa menyatu
mencecapi kenikmatan yang mengaliri rasa
sampai ke ujung-ujung terjauhnya...
dan berakhir dengan senyuman
dalam pekat peluh mu...

masih terasa dinginnya air mata di pipimu...
saat tinggal sedetik perjumpaan kita
terasa sesak di dada
dinginnya menembus relung hati
dan semoga tiada menghapus hangatnya cinta asmara
yang masih tersisa di sana....

.... ada yang berbeda


ada yang berbeda ketika aku kembali mendaki....
rupanya ini bukit yang berbeda... aku baru menyadarinya ketika tiada kutemukan lagi pohon tua yang biasanya berdiri angkuh disana. Aku memejamkan mata. Merasai suasana .... hmmmm apa yang sebenarnya berbeda... memang ada yang hilang namun hanya dengan memejamkan mata semua menjadi tiada berbeda... bayangan mu masih kutemui di sana... dalam pejamku yang tanpa cahaya..... namun semua itu hanya bayangan tanpa nyata... tak terasa dan tak teraba.....

aku membuka mata.... menatap realitas. Awan yang putih berarak ke utara... di bawa angin musim ini yang masih saja kering walau sudah mengikuti bumi yang menggelincir ke lintang utara...

aku sengaja berdiam di sini..... dan ada gumam dalam hati....

"kakak... dia tiada lagi di sini.... namun masih bisa terbayang dalam pekat pejamku hari ini..."