inginnya kau di sini akan bercerita tentang lelahku sambil merasakan jemarimu menari lembut melemaskan ototku yg kaku
inginnya kau di sini aku akan bercerita tentang kesalku sambil menikmati sepotong roti buatanmu
inginnya kau di sini aku akan rebah dalam pangkuan sambil bercerita tentang lara yang membiru karena rindu telah lama dan membatu melelahkan jua di hati dan jiwaku namun begitu bukan berarti aku tak bersedia menunggu
sore meredup sinar mentari tinggal sisanya yang temaram entah darimana bayanganmu kembali menyapa kangen itu menyelinap di hati yang gundah gulana
aku tertegun dalam rasa hati yang sepi sore ini kureguk teh manis hangat perlahan mengalirkan kehangatannya sesaat dan meninggalkan bilur sepi yang dingin
dan aku masih menunggu menikmati teh manis buatanmu di sore yang hangat dengan tatapan pada wajahmu yang ayu
hayo ngelamun !!! apa kabar mas? (kecup pipimu sekilas)
apa sekarang kamu masih sakit?
ah .. sudah sehat kan? (raba dahimu)
aku dan si kecil sehat, semoga kamu dan buah hatimu juga selalu demikian
maaf aku lama sekali tak berkabar, sibuk dgn si kecil,
aku selalu mencintaimu ... itu yang harus selalu kau ingat,
jaga diri ya, mas ......"
------------------------- luruh rinduku seperti istana pasir yang dihempaskan ombak samudra dan sedetik berlalu lalu berkobar rinduku seperti ilalang terbakar yang dihembus angin kering kemarau ini
aku selalu mengingat itu bahwa kau selalu mencintaiku
aku akan menjaga diriku seperti serigala menunggui liang tempat anaknya seperti induk buaya menggeram di sisi sarangnya
jagalah dirimu jua karena ada janji yang kita ucapkan yang masih menunggu pemenuhannya di depan sana semoga waktu berpihak pada kita kau ada dan teraba jemariku kau ada dan terendus hidungku kau ada dan terasa di pori-pori kulitku
....."gambar sapa tu?.... sapaan kakak mengagetkan aku yang sedang memandangi sebentuk photo. Aku mengangsur photo itu kepada kakakku. Dia memandanginya dengan seksama dan senyum mengembang di bibirnya. Matanya beralih dari gambar ibu muda berjilbab hitam yang sedang memandikan anak lelakinya dan dia menatapku
"... ini gambar siapa?... aku jawab " bukan siapa-siapa, aku menemukan tadi di jalan" Mungkin ini jatuh dari tangan pemiliknya.
.."apakah dia mirip perempuan dalam gambar ini kak? tanyaku
kakakku tersenyum.." kamu masih merindukannya ya?... perempuan di gambar ini ga mirip sama sekali dengan dia, jauh! Dia lebih jauh lebih cantik, dia lebih manis, alisnya lebih tebal, dan ada seberkas tipis kumis di atas bibirnya.... hmmmm sudahlah semakin aku bercerita nanti kamu semakin merindukannya...
aku diam saja. dan pelan kakak mengembalikan gambar itu padaku. aku kembali menatapnya dan menghapus sedikit kotoran yang jatuh ke atasnya. tanganku sedikit gemetaran saat mengelus wajah perempuan dalam gambar itu.
.... gambar ini memang mengingatkan aku padanya... gambar seorang ibu muda berjilbab yang sedang memandikan anak lelakinya.... dia memandang ke samping dan dia membungkuk, tangannya menahan anaknya yang masih bayi di dalam ember penuh air.... bayi itu montok dan lucu...
aku tersenyum... membayangkan dirinya yang ada dalam gambar itu... bergembira... dia seperti sedang exciting... antara takut dan ingin memandikan anaknya sendiri karena mungkin selama ini tidak diperbolehkan karena belum berpengalaman... mungkin juga tangannya sedikit gemetar saat si bayi meronta dalam pegangannya... secercah kilat kebahagiaan dan kepuasaaan seorang ibu yang baru mempunyai bayi terpancar kuat dari matanya yang indah di bawah bulu alis nya tebal dan hitam.....
aku merasakan nuansa bahagia itu merasuk dalam relung hatiku.... dulu mungkin hal seperti ini tidak terbayangkan olehnya.... bahkan dalam mimpinya yang paling gila sekalipun... namun kini ada - nyata dan teraba.... dan bunga rinduku mengembangkan mahkota-mahkotanya yang tajam menusuk rongga hati yang berbalut cinta... melelehkan rasa pedih tanpa disadarinya... I miss her so much.....
..... ku tulis tgl 13 bulan ini... biasanya ada yang datang hari ini.... tapi hanya ada hampa yang sepi.. dan aku masih menanti... melihat dirinya dalam gambar seperti ini... sementara kupuaskan diri dengan gambar ini.. yang memang bukan dia, dia lebih dari perempuan dalam gambar itu.
aku terperanjat, ku lihat asap putih membumbung tinggi di atas bukit, ini bukan seperti biasanya,
..."kakak, ilalang di sana terbakar lagi!" aku berteriak kepada kakakku
dua bola mata kakakku segera terantuk pada pemandangan yang tidak biasa. Langit di atas bukit itu biasanya biru indah... namun sekarang penuh kabut putih diselingi jelaga hitam abu sisa ilalang yang terbakar....
lalu aku berlari ke puncak bukit, aku ingin tahu apa yang terjadi... kakakku mengikuti dari belakang... sesampai di atas bukit, mataku terantuk pada pemandangan yang memilukan.... padang ilalang itu membara, api melahap dengan cepat ilalang yang kering, meninggalkan jejak-jejak hitam dan asap putih yang membumbung tinggi. Suara gemeretaknya begitu mengerikan seolah menusuk dalam hatiku...
bunga-bunga indah yang berselang-seling dengan ilalang turut terbakar, air mataku menetes tak terasa... aku kasihan pada bunga indah yang tiada bisa menghindar dari api yang membakarnya.. dia tak bisa lari dan hanya menerima pasrah dirinya terpanggang dalam api yang membara ... dan sekejap dia menjadi hitam, menjadi abu yang menyatu dengan sisa ilalang yang dimakan api.
aku berguman kepada kakakku....
"kakak... padang ilalang ini terbakar lagi..... dan aku masih merasakan pilunya di dalam sini"
kakakku diam, dia memandang aku... aku tidak melepaskan pandangan mataku dari padang ilalang yang terbakar... seolah-olah api juga telah membakar hatiku.... ngilu di dalam kalbu
tak pernah ku lupa, kekasih masih kusirami setiap hari bunga indah yang kau tanam di atas bukit sana di bawah pohon raksasa yang kuat agar terlindung dari angin dan badai
tak pernah ku lupa, kekasih masih kurawat setiap hari kujaga agar tak layu ataupun mati meski jalanan mendaki harus ku tempuh setiap hari
tak pernah ku lupa, kekasih mengamati kuncupnya satu-satu merekah indah seolah mengingatkan aku untuk terus berharap
tak pernah ku lupa, kekasih mengagumi bunga nya yang indah merekah mengundang kumbang dan kupu-kupu datang menghisap sari madu nya membawaku pada kesadaran bahwa kau bukan milikku semata alam ini lah pemilikmu sesungguhnya
tak pernah ku lupa, kekasih merelakan helai mahkota bungamu menjadi layu lalu mengering dan jatuh ke tanah demi melihat itu aku menyadari bahwa hidup dan mati adalah hal biasa dalam alam semesta dan setiap kematian diikuti harapan akan kelahiran harapan dan hati yang terus berharap
tak pernah ku lupa, kekasihku kekasihku, tak pernah ku lupa
kupandangi sejak beberapa saat lalu... meski agak jauh....
seorang ibu yang sedang menimang mesra anaknya di sore yang cerah.... wajahnya begitu ceria.. seperti cerahnya sore ini. Sayup ku dengar tawa riang si anaknya yang masih bayi... dalam gendongan. Tangan si bayi meraih-raih dengan lembut ujung hidung ibunya... aku sulit menggambarkan kilatan bahagia tiada tara dari mata si ibu yang manis ayu... walau tanpa sentuhan gincu dan bulu mata palsu.... sungguh mengharukan....
aku tertawa tertahan melihat si ibu memainkan ujung jilbab-nya di hidung anaknya.... menyentuhkannya - membuat geli di ujung hidung si bayi lelaki .... senyum merekah... di bibirnya yang indah... senyum penuh bahagia.... lelaki manapun tak akan rela, jika ada yang mengganggu mereka.... sekelabat lalat pun... tak akan direlakan untuk menginterupsi nuansa bahagia sore ini....
sore ini milik mereka... berdua... ibu dan anak lelakinya....
tiada kebahagiaan yang lebih daripada seorang ibu yang menimang anaknya yang sehat... riang.... dan gembira.... apalagi si anak sudah sekian lama di nanti.... dia menjadi penghapus segala duka laranya yang sekian lama menderanya.... segala kenangan duka lama telah sirna... berganti bahagia tiada tara... yang bahkan dalam mimpi pun dia tak berani membayangkannya.
mungkinkah.... apa yang dialaminya dulu adalah bayaran di muka atas semua bahagia yang sekarang direguknya....
ku pandangi lagi... dari pinggir tanah lapang yang luas berumput hijau yang berseri ini.... di antara lalu lalang orang di senja yang indah... hangat... dan sejuk ini.....
senja bahagia... luruh perlahan... digantikan petang yang berhias purnama merah jambu .. dan kejora di sampingnya....