dearest, semalam bulan indah sekali, full moon, purnama dalam balutan dewi malam yg cerah ceria, sayang aku hny bs melewatkan malam yg indah itu sendiri hny lagu cinta nan sendu menemani tuk hangatkan kalbu yg merindu andai bukan hanya bayangmu yang datang utk menghapus dingin & sepi dlm kalbuku... oh Tuhan, betapa aku merindukan dia kekasih hatiku yang hny bisa kucumbu dlm bayangannya yang semu yang selamanya hrs kupuaskan hatiku dgn itu.. aku ingin membelai barang sehelai rambutnya aku mendamba barang sekejap dalam hangat peluknya... aku ingin barang seperseribu detik yang maya menjadi teraba ....
cinta jangan kau pergi...tinggalkan diriku sendiri....cinta jangan kau lari....Apalah arti hidup initanpa cinta dan kasih sayang....
lagu sendu melantun dari HP ku..... dan semilir angin di atas bukit ini membawa hangat dan menghangkatkan hatiku juga.... aku tadi rupanya jatuh tertidur... dan aku bermimpi berjumpa dengan kekasihku... dia ku lihat sangat cantik... dalam balutan gaun putih dari bahan ringan yang melampai perlahan... diterpa angin yang bertiup. Dia berjalan di kejauhan... berlari perlahan seakan tak sabar untuk segera mendekat padaku... tangannya terentang... dia berlari kecil di antara bunga-bunga mungkin di padang... di antara bunga-bunga alang-alang yang berayun-ayun setelah tubuh indahnya menerpa. Aku begitu bahagia... namun saat dia ada di depan mata dan merentang tangannya memelukku... aku terbangun dan tersadar bahwa ini hanya mimpi.
Meski begitu, aku masih merasakan sisa kebahagiaan dan hangatnya cinta di dalam hatiku... dan kembali aku seakan melihatnya di antara bunga di padang dan alang-alang yang terhampar...
Aku akan selalu merindukannya dan setia menunggu saat bertemu itu tiba..... biarlah orang katakan aku bodoh... aku akan tetap menunggu dan menunggu....
I am fine, honey janganlah mengkhawatirkanku aku baik-baik saja walau setiap kali mengingatmu
betapa sekarang aku ingin memelukmu mendekapmu dan membenamkanmu dalam hangatku hangat yang selalu ada karena terbakar cinta dan rindu
suatu saat kita akan bertemu meski itu saat mentari akan tenggelam kita akan berdua memandang indahnya menikmati keindahan yang tiada seperti cinta kita yang indah walau mungkin tinggal sesaat bisa tercecap karena mentari segera lenyap dan haripun menjadi gelap dan kembali senyap.
inginnya kau di sini akan bercerita tentang lelahku sambil merasakan jemarimu menari lembut melemaskan ototku yg kaku
inginnya kau di sini aku akan bercerita tentang kesalku sambil menikmati sepotong roti buatanmu
inginnya kau di sini aku akan rebah dalam pangkuan sambil bercerita tentang lara yang membiru karena rindu telah lama dan membatu melelahkan jua di hati dan jiwaku namun begitu bukan berarti aku tak bersedia menunggu
sore meredup sinar mentari tinggal sisanya yang temaram entah darimana bayanganmu kembali menyapa kangen itu menyelinap di hati yang gundah gulana
aku tertegun dalam rasa hati yang sepi sore ini kureguk teh manis hangat perlahan mengalirkan kehangatannya sesaat dan meninggalkan bilur sepi yang dingin
dan aku masih menunggu menikmati teh manis buatanmu di sore yang hangat dengan tatapan pada wajahmu yang ayu
hayo ngelamun !!! apa kabar mas? (kecup pipimu sekilas)
apa sekarang kamu masih sakit?
ah .. sudah sehat kan? (raba dahimu)
aku dan si kecil sehat, semoga kamu dan buah hatimu juga selalu demikian
maaf aku lama sekali tak berkabar, sibuk dgn si kecil,
aku selalu mencintaimu ... itu yang harus selalu kau ingat,
jaga diri ya, mas ......"
------------------------- luruh rinduku seperti istana pasir yang dihempaskan ombak samudra dan sedetik berlalu lalu berkobar rinduku seperti ilalang terbakar yang dihembus angin kering kemarau ini
aku selalu mengingat itu bahwa kau selalu mencintaiku
aku akan menjaga diriku seperti serigala menunggui liang tempat anaknya seperti induk buaya menggeram di sisi sarangnya
jagalah dirimu jua karena ada janji yang kita ucapkan yang masih menunggu pemenuhannya di depan sana semoga waktu berpihak pada kita kau ada dan teraba jemariku kau ada dan terendus hidungku kau ada dan terasa di pori-pori kulitku
....."gambar sapa tu?.... sapaan kakak mengagetkan aku yang sedang memandangi sebentuk photo. Aku mengangsur photo itu kepada kakakku. Dia memandanginya dengan seksama dan senyum mengembang di bibirnya. Matanya beralih dari gambar ibu muda berjilbab hitam yang sedang memandikan anak lelakinya dan dia menatapku
"... ini gambar siapa?... aku jawab " bukan siapa-siapa, aku menemukan tadi di jalan" Mungkin ini jatuh dari tangan pemiliknya.
.."apakah dia mirip perempuan dalam gambar ini kak? tanyaku
kakakku tersenyum.." kamu masih merindukannya ya?... perempuan di gambar ini ga mirip sama sekali dengan dia, jauh! Dia lebih jauh lebih cantik, dia lebih manis, alisnya lebih tebal, dan ada seberkas tipis kumis di atas bibirnya.... hmmmm sudahlah semakin aku bercerita nanti kamu semakin merindukannya...
aku diam saja. dan pelan kakak mengembalikan gambar itu padaku. aku kembali menatapnya dan menghapus sedikit kotoran yang jatuh ke atasnya. tanganku sedikit gemetaran saat mengelus wajah perempuan dalam gambar itu.
.... gambar ini memang mengingatkan aku padanya... gambar seorang ibu muda berjilbab yang sedang memandikan anak lelakinya.... dia memandang ke samping dan dia membungkuk, tangannya menahan anaknya yang masih bayi di dalam ember penuh air.... bayi itu montok dan lucu...
aku tersenyum... membayangkan dirinya yang ada dalam gambar itu... bergembira... dia seperti sedang exciting... antara takut dan ingin memandikan anaknya sendiri karena mungkin selama ini tidak diperbolehkan karena belum berpengalaman... mungkin juga tangannya sedikit gemetar saat si bayi meronta dalam pegangannya... secercah kilat kebahagiaan dan kepuasaaan seorang ibu yang baru mempunyai bayi terpancar kuat dari matanya yang indah di bawah bulu alis nya tebal dan hitam.....
aku merasakan nuansa bahagia itu merasuk dalam relung hatiku.... dulu mungkin hal seperti ini tidak terbayangkan olehnya.... bahkan dalam mimpinya yang paling gila sekalipun... namun kini ada - nyata dan teraba.... dan bunga rinduku mengembangkan mahkota-mahkotanya yang tajam menusuk rongga hati yang berbalut cinta... melelehkan rasa pedih tanpa disadarinya... I miss her so much.....
..... ku tulis tgl 13 bulan ini... biasanya ada yang datang hari ini.... tapi hanya ada hampa yang sepi.. dan aku masih menanti... melihat dirinya dalam gambar seperti ini... sementara kupuaskan diri dengan gambar ini.. yang memang bukan dia, dia lebih dari perempuan dalam gambar itu.