ingin ku kabarkan padamu
tak lama akan ada lagi penerusmu
pewaris darah dan nama keluarga kita
aku ingin kau datang menyapa
dalam mimpi syahdu seperti kala yang pertama
yang seakan engkau kembali ada dan teraba
berucap kata-kata biasa namun terasa indah mempesona
yang membuatku menggigil dalam derai air mata
ketika semua kusadari hanya mimpi belaka
kuyakin walau tanpa kasat mata
kau menjagai
seperti yang sudah sering terjadi
kau melindungi
seperti yang sudah sering kualami
kalau pun boleh meminta
aku ingin dekap hangatmu
agar jangan aku saja yang menikmati
tapi juga bagi dia yang segera hadir
kalau pun boleh meminta
aku ingin lembut dendanganmu
agar jangan aku saja yang meresapi
tapi juga bagi dia yang segera lahir di dunia
kalau pun boleh meminta
aku ingin belai mesramu
agar jangan aku saja yang merasainya
tapi juga bagi dia yang akan segera menggetarkan dunia dengan tangisnya...
Kamis, 15 April 2010
tiba-tiba rindu
sedetik
setelah kututup album lama itu
kerinduan ku merebak
dulu dengan suara lembut
kau membangunkan aku di kala mentari mengintip
kau tak pernah kehabisan cara
untuk membangkitkanku
dari mimpi dan menatap kenyataan dunia
dulu aku pernah memergokimu
hanya memandangiku
dari sisi peraduanku
tanpa kata
hanya tatap mata sendu
di wajahmu nan ayu
dan kini aku merindukan
tatap mata sendu mu...
dan kini
ketika tiba-tiba rindu itu mengalir deras
aku hanya bisa terpekur
sejumput doa ku
berharap kau telah damai
bahagia selamanya
bersama para leluhur yang kau cinta
di alam suarga
(in memoriam ibunda...)
setelah kututup album lama itu
kerinduan ku merebak
dulu dengan suara lembut
kau membangunkan aku di kala mentari mengintip
kau tak pernah kehabisan cara
untuk membangkitkanku
dari mimpi dan menatap kenyataan dunia
dulu aku pernah memergokimu
hanya memandangiku
dari sisi peraduanku
tanpa kata
hanya tatap mata sendu
di wajahmu nan ayu
dan kini aku merindukan
tatap mata sendu mu...
dan kini
ketika tiba-tiba rindu itu mengalir deras
aku hanya bisa terpekur
sejumput doa ku
berharap kau telah damai
bahagia selamanya
bersama para leluhur yang kau cinta
di alam suarga
(in memoriam ibunda...)
Selasa, 13 April 2010
datanglah

datanglah adinda
aku akan bercerita tentang rembulan
yang timbul tenggelam
di antara awan kelabu
yang berarak sunyi ke utara
membawa segala rasa bersama nya
datanglah adinda
aku akan bersenandung tentang bintang
yang berkerlip sepanjang malam
menghiasi malam yang tanpa suara
kerena jengkerik terpesona oleh bintang kejora
sayang sekarang bulan sudah tua
dan bersembunyi di belahan lain benua
namun seperti asa yang selalu ada
dia akan menghampiri kita
dia hanya menyimpan indahnya
agar ada rindu di hati kita
untuk kembali menikmati purnama
tak ku sangka

tak kusangka
berjumpa dengan mu lagi
ketika
engkau seakan telah menghilang
terbawa angin senja
dan lenyap bersama gelapnya malam
tak kusangka
berjumpa dengan mu lagi
ketika
ku kira engkau telah menghablur
lebur bersama titik embun
yang menghiasai ujung-ujung rumput ilalang
yang kini ada dan lalu menghilang
oleh hangatnya sinar mentari pagi
kau masih sama
ceria dan selalu ada tawa
senyum selalu tak lepas dari bibirmu
dan sinar matamu itu
selalu menorehkan rindu
ketika ku tak berjumpa denganmu
Kamis, 08 April 2010

" jadi sebenarnya kau berniat akan pergi?"
.... aku menatapnya sementara dia tak kuasa menatap aku.
"kalau memang kau berniat begitu... mengapa kau selalu mengajak aku untuk kembali bertemu?.....
dia mendadak menatapku... sebelum dia sempat berkata-kata, aku meneruskan ucapanku,
" oh maaf, bukan, bukan... bukan begitu... aku sendiri yang datang padamu.. bukankah begitu? maafkan kalau aku baru tahu sekarang bahwa ini semua ternyata memberatkanmu, aku mengira kau menghendaki ini namun agaknya aku salah kira"
aku menunduk sejenak dan kembali kutatap wajahnya.. aku melihat butiran bening meluncur dari sudut matanya...
bibirnya bergetar dan ucapan yang lebih mendekati gumaman keluar darinya
"bukan begitu, mas..... bukan.... aku .... " suaranya tercekat oleh tangis yang tiba-tiba datang menderanya....
"maafkan aku mas, aku selalu mempersulit kamu... "...
tangisnya pun pecah ... memenuhi kesunyian ....
kataku...
"baiklah... aku akan menunggu saja sekarang... menunggu keputusanmu, karena sudah berkali-kali aku yang selalu ambil insiatif, dan kali ini giliranmu, mungkin dengan begitu akan menjadi lebih nyaman untukmu walau memang sulit prosesnya."
"Sekarang ijinkan aku pergi dan kabari secepatnya saat kau sudah tahu harus bagaimana... hanya saja jangan pergi begitu saja karena itu akan menyakitkan bagiku... sangat menyakitkan... ku harap kau mengerti itu."
tanpa menunggu aku segera beranjak dan berlalu dari hadapannya, ...yang terdengar hanya isak nya
aku menuruni bukit itu dalam sunyi hanya desau angin dan gemerisik alang-alang terus mengisi senja di bukit ini seperti juga kemarin dan mungkin juga esok hari.
semoga kesejukan senja ini mengobati segala lara hati.....
Rabu, 07 April 2010
salahkah?

salahkah
bila aku ingin mendengar suaramu
salahkah
bila aku ingin menyentuh tubuh indahmu
salahkah
bila aku ingin menghirup wangi aromamu
salahkah
bila aku ingin mendekapmu dalam pelukku
salahkah
bila aku ingin membisikkan kata-kata cinta di telingamu
salahkah
bila aku ingin memebelai rambut indahmu
salahkah
bila aku ingin mengecup bibir mu
salahkah
bila aku ingin merasakan hangat hembus nafasmu di wajahku
salahkah
bila selalu ada pinta ini dan itu padamu
meski ku tahu
semua inginku
hanya akan berakhir
dalam nelangsa
terbawa mimpi

ketika keinginan
hanya bisa kugayutkan dalam mimpi
untuk apa rasa sedih yang tiba-tiba menyeruak dalam hati?
ku tatap wajahku dalam kaca kemilau sepi
kutepis semua rasa
yang hanya berujung nuansa mengasihani diri
ketika keinginan
hanya bisa
ku bawa dalam mimpi...
meski sudah sekian lama menanti
kutanya pada bayanganmu
harus berapa waktu lagi
aku menanti
Langganan:
Postingan (Atom)