Kamis, 11 Juni 2009

di bukit, berdua lagi..


"kamu harus menerima keadaan ini. Itu akan lebih baik bagimu. Aku yakin itu" katanya padaku.
kemudian dia melanjutkan,

" sudah sekian lama dia tidak mengirimkan sepotong beritapun padamu.Tentu dia sudah melupakanmu. Tentu dia sudah sibuk dengan kehidupannya dan kamu sudah dilupakannya. Coba sekarang kamu pikirkan apa yang membuatmu yakin bahwa dia masih mengingatmu? Apa?"

"aku sedih melihatmu yang terus menerus melakukan hal ini, berjalan ke puncak bukit, dan melihat mentari tenggelam, dalam kebisuan mencoba menghamburkan rasa pada angin dan alam semesta. Kamu punya kehidupanmu sendiri dan dia juga mempunyai kehidupannya. Dia mengejar impiannya dan kamupun bisa melakukan hal yang sama"

"kamu dulu sering bilang padaku, bahwa cinta tidak harus memiliki. Namun mengapa sekarang seolah kamu tidak menghayati apa yang kau katakan sendiri?"

"ada apa denganmu?"

"jujur, aku seolah tidak menemukan sosokmu yang dulu lagi. Kamu dulu tidak seperti ini. Aku tahu betapa dia sungguh berarti bagimu, namun kisah itu sudah selesai sekarang, dan kamu harus belajar untuk menerima itu."

"janganlah menuruti rasa semata, karena itu sebenarnya tidak nyata, bukan realita....."

kakak masih saja berbicara panjang lebar.... dan aku hanya terpekur mendengarkan dengan tertunduk. Lama-lama suaranya menjadi sama seperti angin.... menyatu dengan alam di sekitarku... aku seolah hidup di alam lain.... dan aku tidak menemukan diriku... sukmaku terbang entah kemana... mungkinkah dia terbang mencari kekasih hatinya... soulmate nya.....

dari dulu memang semuanya maya dan aku masih saja berharap .... kisah ini menjadi nyata...

maafkan aku kakakku.....

dan kulihat kakakku berjalan menuruni bukit .... dan bias sinar mentari di antara mendung... memberkas... dan pelan namun pasti dia meredup.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar